Ya Allah, berapa banyak yang harus aku bayar pada ibu.
Berapa banyak pengorbanan yang harus aku lakukan untuk ibu.
Ketika semua yang kulakukan tidak pernah berarti.
Ketika semua yang kulakukan hanya membuatnya sedih dan menahan kesal bahkan menangis. Ketika semua yang kulakukan hanya untuk kepentinganku sendiri.
Ya allah, mampukah aku untuk mengembalikan semuanya.
Mampukah aku membayarnya?
Aku takkan pernah mampu untuk membayarnya.
Aku merasa hina untuk apa yang telah aku lakukan.
Dia tak pernah memikirkan dirinya, bahkan tak sempat.
Dia hanya memikirkan bagaimana aku bisa bahagia, bisa sukses, bagaimana aku dapat makan makanan bergizi, tercukupi kebutuhanku apapun itu, dari baju, pendidikan, sampai barang elektronik.
Ketika aku mulai mengetahui besarnya cinta ibu padaku. Aku bertanya pada tuhan.
“Ya allah, makhluk apa yang kau ciptakan ini ya allah? Kau ciptakan Begitu lembut, kau buat Cinta nya tak pernah habis untukku? ya allah, kau menciptakan hatinya dari apa? Emas murni? Berlian indah? Perak? Atau apa sehingga ia begitu suci di mataku. Menjadikan ia begitu lembut dan indah."
Sungguh aku gemetar ketika menulis ini, aku sungguh mengagumi ibuku.
aku sadar dan tau sekarang bahwa Allah menciptakan ibuku dari segumpal darah yang penuh cinta.
Aku bangga pada ibuku, walaupun ibuku hanya seorang ibu rumah tangga biasa bukan pejabat, dokter, presiden, atau bos di perusahaan.
Justru di situ aku sangat sangat menikmati indahnya cinta dan kasih sayang ibu.
Dia bahkan memberikan segalanya untukku, entah waktu, kesabaran,cinta, kasih sayang.
Ibu, terima kasih.
Sungguh aku mengucapkan ini dengan satu tarikan nafas panjang kebahagiaan memilikinya,
aku mensyukurinya.
Ibu adalah pelebur semua masalahku,
ibu seperti superhero dalam hidupku.
Ia bisa merubah segala mood ku.
Membuat aku selalu tersenyum,
kau tau, bagiku dia melebihi seorang PACAR!
Aku bingung dengan semua anak muda jaman sekarang.
yang “sepertinya tak tenang hidup kalo gak punya pacar” kenapa mereka gak merubah cara pandang mereka.
Dan lebih mnghargai dan mencintai ibunya.
Ya Allah, Tak kusangka waktu terus berlalu,
kini tangannya mulai kasar,
wajahnya terlihat sedikit keriput,
umurnya pun semakin berkurang.
Aku masih belum melakukan apa apa.
Aku masih belum bisa membuat dia tersenyum bangga.
Ia seperti sayap di tubuhku,
melambungkanku jauh ke angkasa,
terkadang aku di buatnya jatuh,
namun aku tau,
ia membuatku jatuh hanya untuk mengajarkan bahwa hidup ini sungguh keras.
Ibu... mungkin aku tak bisa membayarnya dengan uang.
Tapi ketahuilah, sampai sekarang aku masih berusaha untuk membuatmu bahagia.
Apapun itu akan aku jalanin untuk ibu.
Taukah ibu,
segala usahaku, pengorbananku, peluhku, semua yang kulakukan, atas dasar untuk memberikanmu kebahagiaan dan kebanggaan.
Berhenti menangis ya ibu,
sekarang aku akan menjaga ibu.
Ibu sudah cukup untuk menjagaku,
aku akan menjaga diriku sendiri dan menjagamu.
Percayalah, cukup kau ingatkan aku ketika salah arah dalam berjalan.
Agamaku adalah penerang jalanku.
Dan kau ibu,
kau seperti bola mataku.
Kau membuatku bahagia melihat seisi dunia ini.
Dan kau membuatku berarti di dunia ini.
Ibu...
maafkan aku yang selalu membantah semua perkataan ibu,
membuat ibu menahan kesal,
bahkan tak bisa menahan kesal sampai kau biasa memukulku atau menangis.
Kau menangis dalam doamu,
menangis memohon agar Allah menjaga kami.
Bahkan tak jarang kau lupa berdoa untuk dirimu sendiri.
Aku tau, malammu kau habiskan untuk menangis dihapan-nya untuk kami.
aku tau itu ibu.
kami yang akan mendoakan ibu.
Maaf ibu, maaf.
aku biasa mengacuhkanmu ketika aku sedang asik dengan duniakku,
bahkan mencemooh mu.
Membentakmu,
Ibu aku mohon maaf,
sungguh aku minta maaf ketika aku membalas perkataan lembut dan perhatianmu dengan kasar.
Ketika ibu khawatir ibu akan menelpon,
namun tak jarang aku menjawabnya dengan kasar.
Ibu...,
maafkan aku.
Maaf.
Ibu... hanya 3 kata.
Namun aku bisa saja menangis ketika menyebutkan kata itu.
Aku cinta ibu,
ada atau tidak,
selamanya ibu selalu ada di hatiku.
Kapanpun dimanapun,
aku sayang ibu.
Aku akan berusaha ibu,
apapun yang ibu mau akan aku usahakan.
Semua tujuan hidupku aku tujukan padamu ibu.
Yang mulai aku ketahui sekarang dan seterusnya.
Ibuku keren, cantik,kuat,
dan
Ibuku Hebat.
Aku sayang ibu.
Selalu
Dan Terimakasih telah melahirkanku
serta menjagaku.
So much love for you my mom.
#Sungguh gue nahan nangis waktu nulis ini*
Best Regards
Ririn






0 komen:
Posting Komentar